Tampilkan postingan dengan label Pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengertian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

PENGERTIAN DAN DIAGNOSIS HIMOPTISIS

PENGERTIAN
Eksperktorasi darah dari saluran napas. Darah bervariasi dari dahak disertai bercak/lapisan darah s/d batuk berisi darah saja. Batuk darah masif adalah batuk darah > 100 mL s.d. > 600 mL darah dalam 24 jam

DIAGNOSIS
  • Anamnesis
-          batuk, darah berwarna merah segar, bercampur busa,
-      batuk sebelumnya, dahak (jumlah, bau, penampilan), demam, sesak, nyeri dada, riwayat penyakit paru, penurunan berat badan, anoreksia
-         penyakit komorbid, riwayat penyakit sebelumnya
-  kelainan pendarahan, penggunaan obat antikoalugan/obat yang dapat menginduksi trombositopenia
-        kebiasaan: merokok
  • Pemeriksaan fisik
-          orofaring, nasofaring: tidak ada sumber pendarahan
-          paru: ronk basah atau kering, pleural friction rub
-          jantung: tanda-tanda hipertensi pulmonal, mitral stenosis, gagal jantung
  • Foto toranks: menentukan lesi paru (local/difus), kardiak
  • Laboratorium
-          DPL,LED, ureum, kreatinin, urin lengkap
-          Hemostatis (aPTT) :bila perlu
-          Sputum : pemeriksaan BTA langsung dan kultur, pewarnaan Gram, kultur MOR
  • Bronkoskopi : menentukan lokasi sumber pendarahan dan dianosis
  • CT scan toracks : menentukan bronkietasis, malformasi AV
  • Angiografi : menentukan emboli paru, malformasi AV
DIAGNOSIS BANDING
  • Sumber trakeobronkial:
-          neoplasma (karsinoma bronkogenik, tumpr metastasis endobronkial, dll)
-          bronkitis (akut atau kronik)
-          bronkiektasis
-          bronkiolitiasis
-          trauma
-          benda asing

  • Sumber parenkim paru:
-          tuberculosis paru
-          pneumonia
-          abses paru
-          mycetoma (fungus ball)
-          sindrom Goodpasture
-          granulomatosis Wegener
-          pneumonitis lupus
-          sumber vascular
-          peningkatan tekanan vena pulmonal (MS)
-          emboli paru
-          malformasi AV
-          hematemasis
-          pendarahan nasofaring
-          koagulopati, pengobatan trombolitik/antikoagulan

Jumat, 05 Agustus 2011

PENGERTIAN HIPERTENSI

Tekanan yang sama atau melebihi 140 mmHg sistolik dan/atau sama atau melebihi 90 mmHg diastolic pada seseorang yang tidak sedang makan obat anti hipertensi.
Klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC VII:

Klasifikasi
TD sistolik (mmHg)

TD diastolik
Normal
<120
Dan
<80
Pre-hipertensi
120-139
Atau
80-89
Hipertensistage 1
140-159
Atau
90-99
Hipertensi
≥160
Atau
≥100

Rabu, 03 Agustus 2011

PENGERTIAN, DIAGNOSIS, DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG FIBRILASI ATRIAL

PENGERTIAN
Adanya irregularitas kompleks QRS dan gambaran gelombang “P” dengan frekuensi antara 350-650 per menit

DIAGNOSIS
Gambaran EKG berupa adanya irregularitas kompleks QRS dan gambaran gelombang “P” dengan frekuensi antara 350-650 per menit

Klasifikasi
Berdasarkan ada tidaknya penyakit jantung yang mendasari:
  1. primer: bila tidak  ditemukan kelainan struktur jantung dan kelainan sistemik yang dapat menimbulkan aritmia
  2. sekunder: bila tidak ditemukan kelainan struktur jantung tetapi ada kelainan sistematik yang dapat menimbulkan aritmia
berdasarkan waktu timbulnya AF serta kemungkinan keberhasilan usaha konvensi ke irama sinus:
  1. paroksismal, bila AF berlangsung kurang dari 7 hari, berhenti dengan sendirinya tanpa intervensi pengobatan atau tindakan apapun
  2. persisten, bila AF menetap lebih dari 48 jam, hanya dapat berhenti dengan intervensi pengobatan atau tindakan
  3. permanent, bila Af berlangsung lebih dari 7 hari, dengan intervensu pengobatan AF tetap tidak berubah
Dapat pula dibagi sebagai:
  1. akut, bila timbul kurang dari 48 jam
  2. kronik, bila timbul lebih dari 48 jam
DIAGNOSIS BANDING
-
PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • EKG bila perlu dengan Hotler Monitoring bila menghadapi pasien AF paroksismal
  • Foto toraks, ekokardiografi untuk mengetahui adanya penyakit primer
  • Pemeriksaaan elektrofisiogi tidak diperlukan kecuali untuk kepentingan akademik

Senin, 01 Agustus 2011

PENGERTIAN, DIAGNOSIS, DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG DEMAM TIFOID

PENGERTIAN
Penyakit sistematik akut yang disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella typhi atau Salmonella partatyphi.

DIAGNOSIS
  • Anamnesis: demam naik secara bertangga pada minggu pertama lalu demam menetap (kontinyu)) atau remiten pada minggu kedua. Demam terutama sore/malam hari, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare.
  • Pemeriksaan fesis: febris, kesadaran berkabut, bradikardia relative (peningkatan suhu 1 tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8x/menit), lidah yang berselaput (kotor ditengah, tepid an ujung merah, serta tremor), hepatomegali, splenomegali, nyeri abdomen, roseolae (jarang pada orang Indonesia)
  • Laboratorium: dapat ditemukan lekopeni, lekositosis, atau lekosit normal, aneosiofilia, limfopenia, peningkatan LED, anemia ringan, trombositopenia, gangguan fungsi hati. Kultur darah (biakan empedu) positif atau peningkatan titer uji widal ≥ 4kali lipat setelah satu minggu memastikan diagnosis. Kultur darah negative tidak menyingkirkan diagnosis. Uji widal tunggal dengan titer antibody O 1/320 atau H 1/640 disertai gambaran klinis khas menyokong diagnosis.
Hepatitis tifosa
Bila memenuhi 3 atau lebih criteria Khosa (1990): hepatomegali, ikterik, kelainan laboratorium (antara lain: bilirubin > 30,6 umol/l, peningkatan SGOT/SGPT, penurunan indeks PT), kelainan histoppatologi.
Tifoid karier
Ditemukannya kuman Salmonella typhi  dalam biakan fases atau urin pada seseorang tanpa tanda klinis infeksi atau pada seseorang setelah 1 tahun pasca-demam tifoid.

DIAGNOSIS BANDING
Infeksi virus, malaria

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah perifer lengkap, tes fungsi hati, serologi, kultur darah (biakan empedu)

Sabtu, 30 Juli 2011

EDEMA PARU AKUT (KARDIAK)

PENGERTIAN
Akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peninggian tekanan intravaskular.
                                                 
DIAGNOSIS
Riwayat sesak napas yang bertambah hebat dalam waku singkat (jam atau hari) disertai gelisah, batuk dengan sputum berbusa kemerahan.

Pemeriksaan fisik:
  1. Sianosis sentral
  2. Sesak napas dengan bunyi napas melalui mukus berbuih
  3. Ronki basah nyeri di basal paru kemudian memenuhi hampir seluruh lapangan paru; kadang-kadang disertai ronki kering dan ekspirasi yang memanjang akibat bronkospasme sehingga disebut asma kardial
  4. Takikardia dengan gallop S3
  5. Murmur bila ada kelainan katup
Elektrokardiografi
  • Bisa sinus takikardia dengan hipertrofi atrium kiri atau fibrilasi atrium, tergantung penyebab gagal jantung.
  • Gambaran infark, hipertrofi ventrikel kiri atau aritmia bisa ditemukan
Laboratorium
  • Gas darah menunjukan pO² rendah, pCO² mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia
  • Enzim kardiospesifik mengingat jika penyebabnya infark miokard
Foto toraks
Opasifikasi hilus dan bagian basal paru kemudian makin ke arah apeks paru kadang-kadang timbul efusi pleura

Ekokardiografi
  • Tergantung penyebab gagal jantung
  • Kelainan katup
  • Hipertrofi ventrikel (hibertensi)
  • Segmental wall mention abnormality (penyakit jantung koroner)
  • Umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan antrium kiri
DIAGNOSIS BANDING
Edema paru akut non kardiak, emboli paru, asma bronkial

Rabu, 27 Juli 2011

PENGERTIAN GAGAL NAPAS

Ketidakmampuan mempertahankan nilai pH (keasaman), oksigen (O²), dan karbondioksida (CO²), darah arteri supaya tetap dalam batas normal.

Etiologi: 
1.    Penyakit saluran napas: bronchitis kronik, emfisema, asma bronchial, bronkietasis
2.    Penyakit paru parenkim: pneumonia, edema paru, aspirasi, inhalasi asap, gas 
3.    Gangguan heperpermeabilitas: edema paru, ARDS 
4.    Penyakit pembuluh darah: emboli  paru, syok kardiogenik, fistula A. V pulmoner 
5.    Trauma : dada, leher,kepala 
6.    Gangguan neuromuscular: poliomyelitis, sindrom tetanus, Guillain Barre, paralisis diafragma 
7.    Obat-obat: barbiturate, narkotik, sedative, obat-obat relaksasi 
8.    Kelainan dinding dada: kifoskoliosis, ankylosing spondylitis 
9.    Lain-lain: hipotermia