Tampilkan postingan dengan label Fibrilasi Atrial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fibrilasi Atrial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2011

TERAPI, KOMPLIKASI, DAN PROGNOSIS FIBRILASI ATRIAL


TERAPI
Fibrilasi atrial paroksismal:
  1. bila asimptomatik, tidak diberikan obat antiaritmia, hanya diberi penerangan saja
  2. bila menimbulkan keluhan yang memerlukan pengobatan dan tanpa kelainan jantung atau disertai kelainan jantung minimal dapat diberi obat penyekat beta atau obat antiaritmia kelas IC seperti propafenon atau flekainid
  3. bila obat tersebut tidak berhasil, dapat diberikan amiodaron
  4. bila dengan obat-obatan itu juga tidak berhasil, dipertimbangkan terapi ablasi atau obat-obat antiaritmia lain
  5. bila disertai kelainan jantung yang signifikan, amidaron merupakan obat pilihan
Fibrilasi atrial persisten
  1. FA tidak kembali ke irama sinus secara spontan kurang dari 48 jam, perlu dilakukan kadioversi ke irama sinus dengan obat-obatan (farmakologis) atau elektrik tanpa pemberian antikolagun sebelumnya. Setelah kadioversi diberikan obat antikoagulan paling sedikit selama 4 mingg. Obat antiaritmia yang dianjurkan kelas IC (propafenon dan flekainid)
  2. bila FA lebih dari 48 jam atau tidak diketahui lamanya maka pasien diberi obat antikoagulan secara oral paling sedikit 3 minggu sebelum dilakukan kadioversi farmakkologis atau elektrik. Selama periode tersebut dapat diberikan obat-obat seperti digoksin, penyekat beta, atau antagonis kalsium untuk mengontrol laju irama ventrikel. Alternative lain pada pasien tersebut dapat diberikan heparin dan dilakukan pemeriksaan TEE untuk menyingkirkan adanya thrombus kardiak sebelum kardioversi
  3. FA persisten episode pertama, setelah dilakukan kardioversi tidak diberika obat antiaritmia profilaksis. Bila terjadi relapsdan perlu kardioversi pada pasien ini dapat diberikan antiaritmia profilaksis dengan penyekat beta, golongan kelas IC (propafenon, flekainid), sotalol atau amiodaron
Fibrilasi atrial permanent
  1. kardioversi tidak efektif
  2. control laju ventrikel dengan digoksin, penyekat beta, atau antagonis kalsium
  3. bila tidak berhasil dapat dipertimbangkan ablasi nodus AV atau pemasangan pacu jantung permanent
  4. FA resisten, perlu pemberian antitromboemboli
KOMPLIKASI
Emboli, strok, thrombus intrakardiak

PROGNOSIS
Tergantung penyebab, beratnya gejala dan renspon terapi

Rabu, 03 Agustus 2011

PENGERTIAN, DIAGNOSIS, DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG FIBRILASI ATRIAL

PENGERTIAN
Adanya irregularitas kompleks QRS dan gambaran gelombang “P” dengan frekuensi antara 350-650 per menit

DIAGNOSIS
Gambaran EKG berupa adanya irregularitas kompleks QRS dan gambaran gelombang “P” dengan frekuensi antara 350-650 per menit

Klasifikasi
Berdasarkan ada tidaknya penyakit jantung yang mendasari:
  1. primer: bila tidak  ditemukan kelainan struktur jantung dan kelainan sistemik yang dapat menimbulkan aritmia
  2. sekunder: bila tidak ditemukan kelainan struktur jantung tetapi ada kelainan sistematik yang dapat menimbulkan aritmia
berdasarkan waktu timbulnya AF serta kemungkinan keberhasilan usaha konvensi ke irama sinus:
  1. paroksismal, bila AF berlangsung kurang dari 7 hari, berhenti dengan sendirinya tanpa intervensi pengobatan atau tindakan apapun
  2. persisten, bila AF menetap lebih dari 48 jam, hanya dapat berhenti dengan intervensi pengobatan atau tindakan
  3. permanent, bila Af berlangsung lebih dari 7 hari, dengan intervensu pengobatan AF tetap tidak berubah
Dapat pula dibagi sebagai:
  1. akut, bila timbul kurang dari 48 jam
  2. kronik, bila timbul lebih dari 48 jam
DIAGNOSIS BANDING
-
PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • EKG bila perlu dengan Hotler Monitoring bila menghadapi pasien AF paroksismal
  • Foto toraks, ekokardiografi untuk mengetahui adanya penyakit primer
  • Pemeriksaaan elektrofisiogi tidak diperlukan kecuali untuk kepentingan akademik