Tampilkan postingan dengan label Tuberkulosis Paru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuberkulosis Paru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2011

DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU

Keluhan (tergantung derajat berat, organ terlibat, dan komplikasi):
  1. Batuk-batuk ≥ 3 minggu
  2. Batuk berdarah
  3. Sesak napas
  4. Nyeri dada
  5. Malaise lemah
  6. Berat badan turun
  7. Nafsu makan turun
  8. Keringat malam
  9. Demam
Gejala yang ditemukan (tergantung derajat berat, organ terlibat, dan komplikasi):
  1. Keadaan umum lemah, cachexia
  2. Takipnea
  3. Febris
  4. Paru: tanda-tanda konsolidasi (redup, fremitus mengeras/melemah, sura napas bronchial/melemah, ronkhi basah/kering)
  5. Dll
Laboratorium: LED meningkat
Microbiologis:
Standart pelayanan medic PAPDI
  • BTA spuntum positif minimal 2 dari 3 spesimen SPS,
  • Kultur mycobacterium tuberculosis positif (diagnosis pasti)
Radiologis:
  • Foto toraks PA ± lateral (hasil bervariasi): infiltrate, pembesaran KGB hilus/KGB paratrakeal, miler, atelektasis, efusi pleura, kalsifikasi, bronkiektasis, kavitas, destroyed lung
Imuno-Serologis:
  • Uji kulit dengan tuberculin (mantoux) positif > 15 mm pada orang Indonesia yang imunokompeten
  • Tes PAP, ICT-TCB: positif
PCR- TB dari sputum (hanya menunjang klinis)

DIAGNOSIS BANDING
Pneumonia, tumor/keganasan paru, jamur paru, penyakit paru, akibat kerja

Jumat, 29 Juli 2011

TERAPI, KOMPLIKASI, DAN PROGNOSIS TUBERKULOSIS PARU

TERAPI
Terapi umum: istirahat, stop merokok, hindari polusi, tata laksanakomorbiditas, nutrisi, vitamin.
Medikamentosa obat anti TB (OAT):
Kategori I untuk:
  • Penderita baru TB paru, sputum BTA positif
  • Penderita TB paru, spuntum BTA negative, rontgen positif dengan kelainan paru luas
  • Penderita TB ekstra paru berat diterapi dengan 2 RHZE /4 RH-2 RHZE/4 R3H3-2 RHZE/6 HE
Kategori 2 untuk:
  • Penderita kambuh
  • Penderita gagal
  • Penderita after default
Diterapi dengan:
-       2 RHZES/ 2 RHZE/ 5 RHE
-       2 RHZES/ 1 RHZE/ 5R3H3E3

Kategori 3 untuk:
·      Penderita baru TB paru , sputum BTA negative, rontgen positif dengan kelainan paru tidak luas
·      Penderita TB ekstra paru ringan diterapi dengan:
-       2 RHZ/ 4 RH
-       2RHZ/ 4 R3H3
-       2 RHZ/ 6 HE

Kategori 4 untuk :
Penderita TB kronik, diterapi dengan:
-       H seumur hidup
-       Bila mampu: OAT lini kedua

KOMPLIKASI
-       Komplikasi paru : atelektasis, hemoptisis, fibrosis, bronkiektasis, pneumotoraks, gagal napas
-       Tb ekstra paru: pleuritis, efusi pleura, perikarditis, peritonitis, TB kelenjar limfe
-       Kol pulmonal

PROGNOSIS
Dubia : tergantung derajat berat, keatuhan pasien, sensitivitas bakteri, gizi, status imun, komorbiditas

PEMERIKSAAN PENUNJANG TUBERKULOSIS PARU

-  Laboratorium: LED
- Microbiologis: BTA sputum, kultur resistensi sputum terhadap M. tuberculosis
  • Pada kategori 1 dan 3 : sputum BTA diulangi pada akhir bulan ke 2,4 dan 6.
  • Pada kategori 2: spuntum BTA diulani pada akhir bulan ke 2.5 dan 8.
  • Kultur BTA spuntum diulangi pada akhir bulan ke 2 dan akhir terapi.
- Radiologis: foto toraks PA, lateral pada saat diagnosis awal dan akhir terapi.
- Selama terapi: evaluasi foto setelah pengobatan 2 bulan dan 6 bulan.
   Imuno-Serologis:
  • Uji kulit dengan tuberculin (mantoux)
  • Tes PAP, ICT-TBC PCR-TB dari sputum